Tips Aman Ajukan Pinjaman Online yang Disarankan OJK

0
182
Tips Aman Ajukan Pinjaman Online
Ilustrasi

ACEHINSIDE.ID – Tips aman ajukan pinjaman online yang disarankan OJK merupakan satu tips yang harus diikuti agar tidak terjebak pada layanan kredit yang ilegal. Pasalnya, sudah banyak korban yang berjatuhan karena salah memilih layanan yang ada.

Untuk diketahui, layanan pinjaman online menjadi satu solusi bagi masyarakat untuk kebutuhan mendesak. Selain caranya mudah, syarat untuk mendapatkan dana segar ini cukup sederhana. Bahkan ada yang cukup bermodalkan KTP saja dan mengisi formulir yang disediakan.

Baca juga: Cara Cek Penerima UMKM eform BRI Syariah Online

Meski demikian, ada banyak risiko yang mengancam penggunanya jika tidak tepat memilih layanan ini. Bahkan, fakta menunjukkan jika korban dari layanan ini masih terus berjatuhan setiap harinya. Masyarakat tentu harus mengantisipasi agar tidak menjadi korban selanjutnya.

Beberapa waktu lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan sebenarnya tidak sulit membedakan kredit online yang terpercaya dan yang tidak. Penjabaran dari OJK tersebut sudah terangkum dalam 6 tips aman ajukan pinjaman online sebagaimana dikutip dari beritasatu.com

Kredibilitas Layanan

Per tanggal 5 November 2020, OJK merilis data bahwa perusahaan fintech terdaftar dan mengantongi izin usaha berjumlah 154 perusahaan. Padahal, sangat besar kemungkinannya jika penyedia layanan kredit online yang aktif beroperasi di Indonesia saat ini jauh lebih dari angka tersebut.

Di luar perusahaan fintech yang terdaftar dan telah berizin tersebut, tentu saja menawarkan layanan pinjaman nya secara ilegal. Dalam kata lain, risiko Anda untuk terjebak pinjaman dengan beban bunga terlampau tinggi dan membuat kondisi keuangan berantakan sangatlah tinggi.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman online, pastikan dulu kredibilitas layanannya dengan melihat status usahanya di OJK. Caranya dengan mencari nama layanan atau perusahaan fintech yang ingin Anda gunakan di situs resmi OJK. Jika sudah berstatus terdaftar atau mengantongi izin usaha, dapat dipastikan jika layanannya telah sesuai dengan aturan yang berlaku dan aman untuk Anda manfaatkan.

Ajukan Pinjaman sesuai Kebutuhan dan Kemampuan Finansial

Tak jarang korban pinjaman ilegal bermunculan karena memaksakan untuk mengajukan pinjaman dengan nominal yang besar dan terlalu berat bagi kondisi finansialnya. Dengan suku bunga yang terbilang tinggi, mengajukan pinjaman online dengan jumlah yang jauh melebihi kemampuan keuangan Anda secara otomatis akan menuntun Anda pada kebangkrutan.

Idealnya, rasio maksimal dari seluruh cicilan adalah 30 persen dari jumlah penghasilan setiap bulannya. Jika nilainya melebihi angka tersebut, kemungkinan besar Anda akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan lain yang tidak kalah pentingnya. Tambahan, jangan gunakan pinjaman online untuk memenuhi hasrat membeli kebutuhan konsumtif karena nantinya hanya akan menjadi beban keuangan saja.

Lunasi Angsuran Tepat Waktu

Tips aman ajukan pinjaman online berikutnya adalah melunasi tagihan kredit online tepat waktu dapat menghindarkan Anda dari potensi membayar denda keterlambatan. Tergantung dari layanan yang digunakan, besaran denda keterlambatan ini beragam.

Sekali terlambat membayar cicilan, arus keuangan Anda bisa langsung berantakan karena tagihannya membengkak akibat harus membayar denda. Oleh karena itu, agar aman menggunakan pinjaman online, pastikan untuk selalu melunasi angsurannya tepat waktu.

Hindari Ajukan Pinjaman Online untuk Lunasi Beban Utang Lainnya

Dengan proses pengajuan yang mudah, tak ayal kredit online banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan. Tak terkecuali salah satunya adalah untuk menutupi beban utang yang sudah dimiliki sebelumnya, atau dalam istilahnya, gali lubang tutup lubang.

Cara memanfaatkan pinjaman online seperti ini hanya akan memperpanjang beban utang dan tidak menyelesaikan masalah. Alhasil, besar kemungkinan jika hal ini akan berbuntut pada kondisi keuangan yang tak kunjung stabil dan berisiko membuat bangkrut.

Cari Tahu Tingkat Suku Bunga dan Denda Pinjaman

Proses dan syarat pengajuan pinjaman online memang sangat mudah sehingga memudahkan siapa saja untuk menggunakannya. Namun, di sisi lain, nasabah harus membayarnya dengan tingkat suku bunga yang relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan produk sejenis. Oleh karena itu, menurut anjuran dari OJK, cari tahu dahulu tingkat suku bunga dan denda agar tidak kaget saat mengetahui jumlah cicilan yang harus dilunasi per bulannya.

Pahami Betul Isi dari Setiap Poin pada Kontrak Perjanjian

Selayaknya kontrak perjanjian pada umumnya, segala hal tentang kegiatan pinjaman online, seperti suku bunga, tenor, denda keterlambatan, tanggal jatuh tempo, dan berbagai poin penting lainnya akan tertulis dalam dokumen tersebut. Pastikan bahwa setiap poin dalam kontrak perjanjian jelas dan tidak ambigu.

Baca juga: Pelaku UMKM di Aceh dapat Pinjaman Modal Usaha Rp15 Juta

Bila perlu, tanyakan segala hal yang tidak Anda pahami agar tidak memicu kesalahpahaman di kemudian hari dan merugikan salah satu pihak. Yang utama, kontrak perjanjian tersebut akan menjadi pedoman saat terjadi perselisihan antara pihak nasabah dan pemberi pinjaman. Jadi, pastikan untuk benar-benar memahami isi berkas tersebut sebelum membubuhkan hitam di atas putih.

Berita sebelumyaRobert Lewandowski Jadi Pemain Terbaik Dunia FIFA
Berita berikutnyaTravel Umrah di Aceh, Hanya 38 yang Memiliki Izin Resmi