Tiga Festival di Aceh Ini Masuk Agenda Wisata Nasional

ACEHINSIDE.ID – Tiga diantara festival di Aceh masuk dalam agenda wisata nasional. Demikian disampaikan oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah di Banda Aceh, Selasa, 23 Maret 2021 sebagaimana disiarkan tempo.co.

Untuk diketahui, selama tahun 2021, Pemerintah Provinsi Aceh memiliki 67 agenda kalender kepariwisataan. Dan tiga festival di Aceh yang masuk dalam agenda wisata nasional antara lain Festival Ramadhan, Festival Seudati, dan Aceh Culinary Festival.

Baca juga:
Tanya Veronika Asisten Virtual, Layanan Terbaik dari Telkomsel
SIT Azkiya Bireuen Beri Diskon Biaya Pembangunan untuk Siswa Baru, Ini Syaratnya

Menurut Nova Iriansyah, masuknya tiga festival tersebut menjadi agenda nasional merupakan kepercayaan dan menjadi titik awal kebangkitan pariwisata Aceh di tengah pandemi Covid-19. Meski begitu, ia menekankan pentingnya protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

“Protokol kesehatan ini merupakan syarat wajib, baik bagi pelaku pariwisata maupun wisatawan. Jadi, patuhi protokol kesehatan untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata Aceh yang terpuruk akibat pandemi Covid-19,” kata Nova Iriansyah.

Nova mengatakan, sektor pariwisata Aceh jauh tertinggal dengan provinsi lainnya di Indonesia. Jika ketertinggalan tersebut tidak dibenahi, maka sulit bagi Aceh mengembangkan sektor pariwisata.

Sementara itu Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nia Niscaya mengatakan, peluncuran 67 kegiatan kepariwisataan Aceh merupakan awal kebangkitan pariwisata provinsi ini di tengah pandemi.

“Pandemi Covid-19 belum berakhir, namun pelaku pariwisata tidak harus terpuruk karena pandemi. Pelaku pariwisata harus mampu berdampingan dengan kondisi yang ada,” kata Nia.

Dia mengatakan, penerapan protokol kesehatan merupakan jawaban. Pariwisata dan upaya pemerintah memutuskan mata rantai penularan dan penyebaran Covid-19 tetap berjalan bersama.

Baca juga:
Buat TikTok di Masjid Raya Aceh, 4 Pria Diciduk Petugas
Subsidi Gaji Tak Dilanjutkan di 2021, Ini Alasannya

“Karena itu, kami terus mengingatkan pelaku pariwisata maupun wisatawan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Protokol kesehatan menjadi syarat wajib pelaku pariwisata serta wisatawan,” kata Nia Niscaya.