Taylor Swift Bantu Uang Kuliah Siswa di London

ACEHINSIDE.ID – Menjadi penyanyi ternama tak lantas membuat Taylor Swift lupa daratan. Tidak hanya cantik dan bersuara merdu, ternyata Taylor banyak aktif di kegiatan amal dan sosial.

Terbaru, Taylor Swift mendonasikan £ 23.373 (US$ 30.759) kepada seorang siswa di London, yang mencoba mengumpulkan dana agar dia mampu untuk belajar matematika di Universitas Warwick di Inggris.

Baca juga: Dukung Siswa Belajar Online, Pemerintah Aceh Tamiang Sediakan WiFi Gratis

Diberitakan cnbcindonesia.com, Taylor Swift menyumbangkan uang melalui halaman GoFundMe yang dibuat sang siswa bernama Vitoria Mario. Halaman penggalangan dana ini dibuat oleh siswa tersebut karena dia tidak memenuhi syarat untuk memperoleh pinjaman atau hibah perguruan tinggi Inggris Raya, setelah pindah ke London dari Portugal empat tahun lalu.

Dalam sebuah pesan di halaman penggalangan dana tersebut, Taylor Swift mengatakan dia menemukan kisah ini dan menyebut “sangat terinspirasi oleh dorongan dan dedikasimu untuk mewujudkan impian,” sehingga dia ingin menutupi total kekurangan dana yang dibutuhkan siswa tersebut.

Adapun total dana yang dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan itu berjumlah sebesar £ 40.000.

“Semoga berhasil dengan semua yang kamu lakukan!” tutur Taylor Swift.

Dalam wawancara TV pada Jumat lalu (21/08/2020), Vitoria berterima kasih kepada Taylor Swift dan mengatakan sumbangan itu adalah “berkah.”

Vitoria mengatakan di halaman penggalangan dana tersebut bahwa dia telah ditawari tempat di Warwick untuk belajar matematika dan meraih nilai tinggi dalam ujian A-level, yang setara dengan SAT di Amerika Serikat.

Meskipun tidak dapat “mengucapkan sepatah kata pun dalam bahasa Inggris” ketika dia tiba di Inggris pada 2016, Vitoria mengatakan dia telah mencapai nilai tertinggi dalam ujian.

Vitoria adalah seorang siswa di Brampton Manor Academy di London, sebuah sekolah yang menurutnya terkenal “dalam membantu siswa berkulit hitam dan etnis minoritas seperti saya untuk bisa masuk ke institusi terbaik di Inggris,” tuturnya.

Baca juga: Wisata Alam Sungai Brayeun, Destinasi Wisata di Aceh Besar

Sebelum menyiapkan halaman penggalangan dana pada awal Agustus, dia mengatakan bahwa dia telah menghubungi 442 orang di “perusahaan papan atas” untuk melihat apakah mereka dapat membantunya atau mengarahkannya ke arah yang benar, tetapi sayangnya malah “ditolak atau dibiarkan tanpa tanggapan”.

Dia juga pergi ke beberapa daerah paling makmur di London, seperti Kensington, mempublikasikan ceritanya melalui kotak surat tetapi tidak berhasil.

Baca juga: Game PUBG Hadirkan Peta Erangel 2.0 dan Mode Baru Bulan Depan

Di halaman penggalangan dana, dia bahkan memberikan rincian dana yang dia perkirakan akan dia perlukan untuk menutupi biaya gelar empat tahun tersebut seperti sebagai berikut ini:
Akomodasi – £ 24.000
Peralatan, seperti laptop dan buku teks – £ 3.000
Biaya hidup, termasuk makanan, transportasi dan tagihan listrik – £ 13.000

Dia pun mengatakan bahwa mimpinya menjadi seorang ahli matematika tidak hanya memberi keluarganya “kesempatan dalam pergaulan sosial” tetapi dia juga percaya bahwa ceritanya dapat menginspirasi orang lain untuk memperjuangkan impian mereka, terlepas dari ketidaksetaraan gender atau ras, serta mereka yang menghadapi masalah dengan imigrasi dan hambatan keuangan.