Sanksi Bagi yang Tak Pakai Masker
Ilustrasi

ACEHINSIDE.ID – Pemerintah Aceh Tamiang melakukan razia di beberapa tempat untuk mencegah penyebaran virus corona. Warga yang kedapatan tak pakai masker dikenakan sanksi untuk membaca Alquran. Kebijakan ini ditempuh meski di Aceh tak diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kepala Baguan Humas Aceh Tamiang Agusliayana Devita mengatakan razia masker dimulai kemarin hingga masa darurat corona berakhir.”Ya benar (warga tak menggunakan masker didenda baca Alquran), baru kemarin dilaksanakan,” kata Agusliayana Devita sebagaimana dikutip dari cnnindonesia.com.

Untuk warga non muslim yang terjaring razia itu yang kedapatan tak pakai masker, tidak dikenakan denda baca Alquran. Hanya saja, diperingatkan agar tetap menggunakan masker jika berada di luar rumah. “Hanya tetap di panggil dan diminta kedepannya mennggunakan masker,” ujarnya.

Baca juga: Usaha Roasting Kopi Gayo Terdampak Gegara Corona

Menurutnya, sejauh ini masih banyak warga Aceh Tamiang yang abai untuk menerapkan protokol kesehatan termasuk menggunakan masker. Padahal di Aceh Tamiang ada kasus positif corona.

Selain razia, Pemkab Aceh Tamiang juga memberikan bantuan sebesar Rp1 juta bagi warga yang menjalani isolasi mandiri. Bantuan itu langsung diantar ke rumah penerima.

Hingga kini sudah ada empat pasien yang terkonfirmasi positif corona di Aceh Tamiang. Keempatnya merupakan santri pondok pesantren Alfatah Temboro, Magetan, Jawa Timur yang pulang ke kampung halamannya beberapa waktu lalu.

Mengutip detik.com, Jumlah kasus positif Corona (COVID-19) di Aceh bertambah menjadi 17 orang. Tujuh di antaranya santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur, asal Tanah Rencong.

Baca juga: Seva Mobil Bekas, Marketplace Oto Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

“Hari ini bertambah dua pasien positif Corona asal Kabupaten Simeulue. Total 17 orang positif di Aceh,” kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Aceh Saifullah Abdulgani, Rabu (6/5/2020).

Dua warga yang dinyatakan positif tersebut adalah AS (20) dan SB (42). Keduanya punya riwayat pulang dari Pulau Jawa. Saifullah menjelaskan AS merupakan santri Ponpes Al-Fatah yang pulang ke Simeulue pada 25 April lalu.

AS saat itu pulang bersama lima temannya dengan pesawat dan menyeberang ke Simeulue dengan kapal laut. Setiba di kampung halamannya, AS menjalani rapid test dan hasilnya positif Corona.