Siswa SDIT Azkiya Kunjungi Museum Samudra Pasai
Siswa SDIT Mendengar Penjelasan

ACEHINSIDE.ID – Sebanyak 70-an siswa dari Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Azkiya Bireuen kelas 4 yang didampingi oleh para ustad/ustazah (dewan guru) melakukan kunjungan edukatif ke Museum Samudra Pasai di Kecamatan Samudera Aceh Utara pada Rabu, 31 Maret 2021.

Guru SDIT Azkiya, Fina Khairina menyebutkan kunjungan edukatif ini merupakan program tahunan yang digagas oleh Sekolah Islam Terpadu (SIT) Azkiya Bireuen agar para siswa-siswanya dapat melihat secara langsung bukti-bukti peninggalan sejarah islam.

Baca juga: SIT Azkiya Bireuen Beri Diskon Biaya Pembangunan untuk Siswa Baru, Ini Syaratnya

“Selain untuk melihat secara langsung bukti-bukti peninggalan sejarah Islam, kunjungan eduktif ini juga merupakan program tahunan yang digagas oleh SIT Azkiya untuk para siswa-siswanya,” sebut guru yang akrab dengan sapaan ustazah Fina.

Lebih lanjut, Wali kelas 4A yang ikut mendamping siswa ke museum menambahkan, kegiatan kunjungan lapangan seperti ini termasuk salah satu program unggulan di SDIT Azkiya Bireuen. Disamping itu ada juga program tahfizh, malam bina iman dan dakwah dan berbagai program lainnya.

“Di SDIT kami para guru tidak hanya mengajarkan siswa-siswa melalui buku-buku teks tapi juga melalui eksplorasi lapangan, salah satunya kunjungan edukatif seperti ini. Dan ini termasuk salah satu program unggulan di sekolah kita,” pungkas Fina.

Sementara itu, Humas Yayasan Ar Risalah Aceh, Baihaqi, menambahkan kunjungan 70-an siswa SDIT Azkiya Bireuen ke Museum Samudra Pasai Aceh Utara disambut oleh pengelola dan Duta Museum.

“Para siswa yang berkunjung ke museum disambut oleh pengelola dan dikenalkan beberapa pahlawan Aceh seperti Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar. Siswa-siswa ini juga dikenalkan dengan beberapa bukti peninggalan sejarah Samudra Pasai,” jelas Baihaqi.

Lebih lanjut Baihaqi menambahkan, kunjungan ke museum seperti ini salah satu bentuk pembelajaran lapangan yang telah dilakukan oleh SDIT.

“Selama ini kan siswa-siswa hanya membaca dibuku tentang sejarah Samudra Pasai, nah hari ini kita ajak mereka untuk melihat-melihat bukti peninggalan sejarah sambil mendapatkan penjelasan-penjelasan dari pengelola museum,” sebut Baihaqi.

Baihaqi menambahkan, di SIT Azkiya Bireuen siswa tidak hanya diajarkan melalui buku-buku saja, tapi ada berbagai pola pengajaran lainnya, salah satunya melalui kunjungan lapangan seperti ke museum dan berbagai tempat yang memberikan nilai-nilai eduktif.

Baca juga: SIT Azkiya Bireuen Buka Pendaftaran Peserta Didik Baru

“Kunjungan ke museum adalah salah bentuk pembelajaran lapangan untuk siswa karena kita tidak hanya fokus belajar dalam kelas semata. Belajar melalui eksplorasi lapangan juga penting untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswa,” pungkas Baihaqi.

Sebagai informasi, Yayasan Ar Risalah Aceh merupakan yayasan yang fokus pada bidang pendidikan, sosial dan dakwah. Sekolah Islam Terpadu (SIT) Azkiya yang terdiri dari PG-TKIT, SDIT dan SMPIT merupakan unit pendidikan yang berada dibawah naungan yayasan Ar Risalah Aceh.