Komunitas Pemuda Lancok-lancok
Anggota KaPAL sedang diskusi, Foto: Ikhsan

ACEHINSIDE.ID – Belasan pemuda desa Lancok-lancok yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Antikorupsi Lancok (KaPAL) merumuskan beberapa masukan untuk Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Lancok-lancok. Perumusan itu dilakukan di Cafe Star Black Bireuen, Sabtu (14/11).

Irvan, salah satu anggota KaPAL mengatakan BUMG harus menjadi daya ungkit perekonomian masayarakat.

“Kehadiran kita kaum muda disini untuk merumuskan beberapa masukan untuk BUMG agar badan usaha tersebut berjalan sesuai dengan harapan kita bersama”, ujar Irvan.

Baca juga: Pemuda Gampong Lancok-lancok Sepakat Bentuk Komunitas Pemuda Antikorupsi

Mantan Ketua Karang Taruna desa Lancok-lancok ini menambahkan, keberadaan BUMG kedepan harus memberi manfaat untuk semua, bukan hanya untuk pengurus BUMG semata-mata sebagaimana yang telah terjadi selama ini.

“Dengan begitu, kepemilikan BUMG tidak lagi terkesan milik segelintir oknum, tapi akan menjadi milik bersama”, sebut Irvan.

Untuk itu, Irvan menyarankan untuk tahap awal BUMG Lancok-lancok harus berbenah diri dan menyusun beberapa petunjuk pelaksana (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) sebagai rule operasional BUMG.

Sementara itu, Ranny Agusti anggota KaPAL yang lain menyarankan agar kegiatan usaha yang dilakukan oleh BUMG harus melibatkan kaum muda dan masyarakat Lancok-lancok secara umum.

“Idealnya, unit-unit usaha yang akan dijalankan oleh BUMG harus melibatkan kaum muda dan masyarakat Lancok-lancok sebagai pelaku usahanya. Misalkan, usaha budidaya ikan. Usaha ini tidak lagi dilakukan oleh pengurus BUMG tapi oleh kita pemuda atau masyarakat”, harap Ranny.

Lebih lanjut pemuda yang akrab dengan sapaan Kapai ini menambahkan, dengan adanya keterlibatan pemuda atau masyarakat dalam unit usaha BUMG, hasilnya akan bisa dinikmati oleh semua bukan hanya oleh 3 atau 4 orang pengurus BUMG seperti selama ini.

Khaliq, tokoh muda yang tergabung dalam KaPAL sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Ranny Agusti. Untuk itu, Khaliq mengharapkan BUMG harus menyusun struktur kepengurusannnya.

BUMG nyan beuna bideung-bideung yang dipeugot, miseu bideung promosi soe, bideung marketing soe, dan bideung-bideung yang laen pih beu meusoe sehingga tugas BUMG hana bak Ketua BUMG sagai (BUMG itu harus menyusun bidang-bidangnya, misal bidang promosi siapa, bidang marketing siapa dan bidang-bidang yang lain, sehingga tugas pelaksanaan BUMG tidak terbeban pada Ketua BUMG saja, -red)”, pungkas Khaliq dalam bahasa Aceh.

Ferianda, Ketua KaPAL sebelum menutup kegiatan mengucapkan terimakasih kepada semua anggota KaPAL yang telah ikut serta merumuskan bersama masukan untuk BUMG.

Baca juga: EF Adults Kursus Bahasa Inggris Profesional dan Terbaik di Indonesia

“Terimakasih untuk anggota KaPAL semua yang telah ikut serta merumuskan beberapa masukan untuk BUMG. Ini adalah konstribusi pertama KaPAL untuk gampong Lancok-lancok. Semoga kedepan, KaPAL akan terus memberikan yang terbaik untuk gampong kita”, tutup pria yang telah mondok beberapa tahun di pesantren.

Sebagai informasi, masukan-masukan untuk BUMG telah dirumuskan oleh KaPAL. Nantinya masukan tersebut akan disampaikan secara langsung kepada Ketua BUMG.

Untuk diketahui, BUMG atau Badan Usaha Milik Desa (atau diakronimkan menjadi BUMDES) merupakan usaha desa yang dikelola oleh Pemerintah Desa, dan berbadan hukum. Pemerintah Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi Desa.

Pembentukan Badan Usaha Milik Desa ditetapkan dengan Peraturan Desa. Kepengurusan Badan Usaha Milik Desa terdiri dari Pemerintah Desa dan masyarakat desa setempat.

Permodalan Badan Usaha Milik Desa dapat berasal dari Pemerintah Desa, tabungan masyarakat, bantuan Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota, pinjaman, atau penyertaan modal pihak lain atau kerja sama bagi hasil atas dasar saling menguntungkan.