Pesta Perkawinan di Aceh
Ilustrasi

ACEHINSIDE.ID – Pesta perkawinan di Aceh belum dibolehkan hingga sampai saat ini mengingat tren peningkatan kasus Covid-19 yang cenderung meningkat. Demikian ditegaskan oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada MPhil sebagaimana dikutip dari aceh.tribunnews.com.

“Pesta perkawinan di Aceh tidak boleh. Kegiatan yang boleh dilakukan adalah yang benar-benar menyangkut harkat dan martabat hidup orang banyak. Apa kita mau sakit setelah pesta selesai. Sebab, kita kan tidak tahu jika orang sekitar atau tamu undangan ada yang sudah terkena Covid-19,” kata Kapolda.

Baca juga: Seva Mobil Bekas, Platform Jual Beli Oto Terbaik 2020

Untuk diketahui, sebelumnya hanya 22 orang yang positif Covid-19, tapi dalam dua minggu terakhir kasus terus melonjak dan hingga Sabtu (27/6/2020) menjadi 77 warga yang terinfeksi virus dari Wuhan, Cina, tersebut.

Kapolda merasa sangat prihatin dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Aceh. Untuk itu, Jenderal berbintang dua ini mengimbau warga untuk menghindari kerumunan yang tidak penting, rajin memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun, serta tetap menjaga jarak.

“Empat hal tersebut harus dilakukan dalam kondisi normal baru atau tatanan baru. Warga yang menjalankan keempat hal itu, tentu menjadi pahlawan kemanusiaan dalam memutuskan mata rantai Covid-19,” jelasnya.

Irjen Pol Wahyu Widada mengungkapkan, kasus warga terinfiksi Covid-19 di Aceh terus meningkat. Dua minggu lalu, sebut Kapolda, kasus warga positif Corona hanya 22 kasus. Tapi, sambungnya, sekarang sudah melonjak menjadi 77 kasus.

Baca juga: 9 Wilayah di Aceh Ditetapkan Zona Merah Corona oleh Pemerintah

Saat ini, menurut Wahyu, orang tanpa gejala (OTG) yang badannya terlihat sehat, ternyata bisa terkena Corona. Hal tersebut baru diketahui saat dilakukan uji swab.

Kapolda bersyukur dan memberikan apresiasi kepada Kabupaten Pidie, yang sampai kini belum ada warganya yang positif Corona.

Menurut Irjen Wahyu, anggota Polri, TNI, serta Satpol PP dan WH Pidie adalah orang-orang yang berpotensi terkena virus Corona covid-19 jika tidak hati-hati menjaga kontak dengan orang di sekitar. Sebab, mereka sering berinteraksi dengan masyarakat. Saat interaksi, mereka kan tidak tahu apakah warga itu sehat atau tidak.