Pergantian Tahun Baru, Tak Ada Perayaan di Kota Banda Aceh

ACEHINSIDE.ID – Malam pergantian tahun baru di Banda Aceh tanpa diiringi dengan perayaan sebagaimana di kota-kota lain. Aparat keamanan berjaga-jaga disetiap persimpangan sehingga tidak ada titik kumpul warga.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dan Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Riyanto, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banda Aceh ikut memantau di Simpang Lima.

Ketika jarum jam tepat menunjukkan pukul 00.00 WIB, tidak terlihat adanya pesta kembang api. Di lokasi, aparat keamanan juga mengimbau warga agar tidak merayakan tahun baru lewat pengeras suara.

“Pukul 00.00 WIB Alhamdulillah masyarakat Banda Aceh sudah memahami bahwa penyambutan tahun baru itu tidak sesuai dengan syariat Islam, dan tidak sesuai dengan adat istiadat dan budaya,” kata Aminullah sebagaimana dikutip dari detik.com.

Menurutnya, saat detik-detik pergantian tahun, tidak terdengar adanya petasan, kembang api dan balapan. Dia mengajak masyarakat untuk berbenah pada 2020.

Baca juga: Tradisi Unik Rayakan Tahun Baru di Berbagai Negara

“Mari kita masuki tahun 2020 ini kita tinggalkan segala sesuatu yang kurang di 2019. Di tahun 2020 kita mulai berbenah dan memperbaiki lebih baik lagi sehingga kesuksesan, keberhasilan dan juga mudah-mudahan Banda Aceh semakin makmur, semakin sejahtera warganya dan juga kemiskinan, pengangguran semakin menurun,” jelas Aminullah.

Larangan Perayaan
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh telah mengeluarkan surat edaran larangan merayakan pergantian tahun baru. Surat ini sudah diedarkan ke seluruh masyarakat yang berdomisili di Kuta Raja.

Dalam surat edaran itu, pedagang juga dilarang memperjualbelikan petasan, mercon, bunga api dan sejenisnya. Bila ada yang melanggar akan ditindak tegas oleh penegak hukum.

“Sudah ada surat edaran dari Forkopimda larangan perayaan pergantian tahun baru masehi di Banda Aceh,” kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto sebagaimana dikutip dari merdeka.com

Trisno mengimbau kepada seluruh warga Banda Aceh agar tidak merayakan pergantian tahun baru dengan hura-hura. Apa lagi sampai membakar mercon, petasan maupun sejenis.

“Karena kita daerah menerapkan syariat Islam, jadi saya imbau jangan ada perayaan pergantian tahun baru, ini bicara soal aqidah,” tutupnya.