Perempuan Prancis Enggan Pakai Bra Gegara Pandemi
Ilustrasi

ACEHINSIDE.ID – Semakin banyak perempuan Prancis yang memilih tidak menggunakan bra selama masa pandemi. Mengenakannya dianggap sebagai sesuatu yang merepotkan. Hal tersebut ditemukan dalam jajak pendapat yang dilakukan French Institute of Public Opinion (IFOP) baru-baru ini.

Jajak pendapat menemukan, jumlah perempuan Prancis yang mengaku tak pernah atau jarang mengenakan bra meningkat delapan persen selama masa karantina wilayah atau lockdown.

Baca juga: Tuan Rumah PON Tahun 2024, Aceh dan Sumatera Utara Diputuskan KONI

Diberitakan cnnindonesia yang dikutip dari The Local, tren ini sangat nampak pada kelompok perempuan usia muda. Satu dari enam perempuan berusia di bawah 25 tahun mengaku tak pernah memakai bra.

Angka tersebut mengalami peningkatan dari masa sebelum pandemi. Survei serupa yang dilakukan sebelum masa lockdown menunjukkan, hanya empat persen perempuan Prancis di bawah 25 tahun yang secara teratur tidak mengenakan bra.

Sementara itu, jika dilihat dari semua kelompok usia yang disurvei, tujuh persen dari 3.108 perempuan mengaku tidak pernah memakai bra. Angka ini juga meningkat dari tiga persen sebelum masa lockdown.

Sebanyak 32 persen dari perempuan yang tidak mengenakan bra itu mengaku bahwa pilihan tersebut didorong oleh motivasi mereka untuk melawan seksualisasi terhadap tubuh perempuan, utamanya payudara.

Hasil survei tersebut dianggap sebagai konsekuensi tidak langsung dari pandemi. Banyak perempuan yang terbiasa tidak mengenakan bra saat hanya berdiam diri di rumah selama masa lockdown. Setelah masa lockdown berakhir, mereka melanjutkan kebiasaan yang terbentuk selama masa karantina.

Francoise Krause dari IFOP mengatakan bahwa tren ‘no bra’ di Prancis telah didorong oleh isolasi selama masa lockdown.

“Situasi luar biasa menyebabkan wanita pola pikir wanita beralih dari ‘apa gunanya memakai bra saat lockdown’ menjadi ‘apa gunanya untuk terus memakai bra’,” kata Krause.

Baca juga: Banpres Produktif untuk Pelaku Usaha Mikro di Aceh Diserahkan

Untuk diketahui, bra atau disebut juga BH atau kutang adalah pakaian dalam yang biasa digunakan oleh manusia berjenis kelamin perempuan. Beha digunakan oleh Perempuan atau Wanita yang telah memiliki Payudara yang telah matang.

Beha atau yang disingkat dengan BH merupakan kependekan dari Bahasa Belanda, yakni Buste Houder, yang diserap dalam Bahasa Indonesia tersisa hanya singkatannya saja. Nama populernya di Indonesia adalah Kutang.

Baca juga: Tips Memilih Deposito, Bandingkan Bunga hingga Fiturnya

Namun sekarang ini kata Bra sudah mulai menggeser kata “Beha” ini, kata yang berasal dari Bahasa Prancis, brassiere dan diterima dalam Bahasa Indonesia melalui Bahasa Inggris.