Komunitas Pemuda di Gampong Lancok-lancok Sambangi Panwaslih Bireuen

0
387
Komunitas Pemuda di Gampong Lancok-lancok Sambangi Panwaslih Bireuen
Foto: Humas Panwaslih Bireuen

ACEHINSIDE.ID – Sejumlah pemuda Lancok-lancok kecamatan Kuala Bireuen yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Antikorupsi Lancok (KaPAL) mendatangi Kantor Panwaslih Bireuen, Jumat (11/12). Kedatangan para pemuda ini untuk bersilaturahmi dengan para Komisioner.

Ketua Panwaslih Bireuen, Wildan Zacky, didampingi dua anggota, Desi Safnita dan Abdullah Yunus, menyambut baik kedatangan komunitas pemuda ini.

Baca juga: Pemerintah dan Penegak Hukum harus Tindak Tegas Pelaku Pukat Trawl di Perairan Laut Aceh Utara

Dalam sambutannya, Wildan menyampaikan Panwaslih Bireuen memiliki impian untuk mendorong komunitas-komunitas seperti KaPAL ini bersinergi dengan lembaga penyelenggara pemilu khususnya untuk membangunan pengawasan pemilu yang partisipatif.

“Terimakasih kepada kawan-kawan KaPAL yang sudah meluangkan waktu hadir ke kantor Panwaslih Bireuen dan pada prinsipnya kami menyambut baik kehadiran kawan-kawan. Ini adalah yang pertama komunitas di level desa datang atas inisiatif sendiri ke kantor kami”, sebut Wildan.

Lebih lanjut, alumnus Universitas Malikussaleh (Unimal) ini menambahkan, biasanya harus diundang dulu baru mau hadir ke kantor Panwaslih Bireuen. “Kedepan kami siap bersinergi dengan kawan-kawan KaPAL untuk membangunan pengawasan yang partisipatif. Hal ini sesuai dengan motto Bawaslu bersama rakyat awasi pemilu”, ujarnya.

Baca juga: Pemerintah dan Penegak Hukum harus Tindak Tegas Pelaku Pukat Trawl di Perairan Laut Aceh Utara

Ia berharap, pertemuan ini bukanlah pertemuan pertama dan yang terakhir tapi harus terus berlanjut. “Kami sendiri siap mentransformasikan berbagai pengetahuan khususnya tentang kepemiluan kepada kawan-kawan KaPAL, dan kalau bisa kita harus agenda pertemuan rutin”, harapnya.

Sementara itu Inisiator KaPAL, Baihaqi menyampaikan, komunitas ini adalah komunitas baru artinya banyak hal yang harus dipelajari dari banyak pihak salah satunya Panwaslih. Kelahiran KaPAL bertujuan untuk melakukan pengawasan di level gampong, terutama dari sisi pembangunannya.

“KaPAL ini merupakan inisiatif dari sejumlah pemuda di gampong Lancok-lancok yang baru saja dideklarasikan. Ini artinya, kawan-kawan di KaPAL masih haus akan pengetahuan akan berbagai hal. Untuk itu, kehadiran kami di Kantor Panwaslih Bireuen selain sebagai silaturrahmi juga untuk menyerap sedikit pengetahuan dari para komisioner”, ujarnya.

Alumni Akademi Jurnalistik Lawan Korupsi (AJLK) 2020 ini menambahkan, pengetahuan yang ingin dipelajari bukan saja yang berkaitan dengan antikorupsi, akan tetapi dalam konteks demokrasi yang lebih luas, seperti korupsi politik, tahapan pemiluan dan sebagainya.

Baca juga: Cara Menghilangkan Migrain Tanpa Obat Terbukti Ampuh

“Ada banyak hal sebenarnya yang ingin kami pelajari, bukan hanya berkaitan dengan korupsi di pembangunan, tapi lebih luas dari itu, misalnya korupsi politik. Dan kalau korupsi politik di Panwaslih Bireuen merupakan tempat yang tepat kami kunjungi”, pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam pertemuan ini komunitas pemuda di gampong Lancok-lancok ini selain mendapatkan pengetahuan singkat tentang tahapan-tahapan penyelenggaraan pemilu, juga membangun kesepatakan untuk dilakukannya pertemuan rutin dengan Panwaslih Bireuen.

Berita sebelumyaPemerintah dan Penegak Hukum harus Tindak Tegas Pelaku Pukat Trawl di Perairan Laut Aceh Utara
Berita berikutnyaBilang Polisi Dajjal di Media Sosial, Seorang Perempuan Ditangkap