Pemain Pendamping Gamer Digaji Rp50 Juta
Ilustrasi

ACEHINSIDE.ID – Di tengah popularitas industri game yang melonjak, pekerjaan sebagai ‘accompanying gamer’ alias pemain pendamping gamer telah menjadi karier baru bagi sejumlah milenial. Ini terjadi khususnya di Taipe, Taiwan.

Pekerjaan ini membuat seseorang menjadi semacam asisten bagi si pemain game utama. Bukan cuma menggantikan gamer bermain, pekerjaan ini juga harus membantu pemain utama bersantai selagi mereka melatih keterampilan dan kebugaran fisik.

Baca juga: Perempuan Prancis Enggan Pakai Bra Gegara Pandemi

Diberitakan dari cnbcindonesia.com yang dikutip dari Asiaone, meski cuma pendamping, pekerjaan ini membayar mahal pekerjanya. Pemain pendamping gamer bahkan dibayar per jam, mulai dari NT $ 150 (Rp 75 ribu ) hingga NT $ 500 (Rp Rp 248 ribu) baik setengah hari kerja, mingguan maupun bulanan.

Selain gaji per jam, mereka dapat menerima beberapa hadiah uang tunai sesekali.

Media itu menyebut seorang pemain paruh waktu dapat menghasilkan hingga NT$ 30.000 – 40.000 (Rp 14 juta – Rp 19 juta) sebulan, sementara seseorang dalam posisi penuh waktu dapat menghasilkan hingga NT$ 100.000 (Rp 49 juta) sebulan.

Baca juga: Pulsa Gratis untuk PNS, Ini Syarat yang Diberikan Menkeu

“Trik untuk mendapatkan sumber pendapatan jangka panjang dan stabil adalah dengan mendorong pemain utama ke kemenangan,” tulis media itu.

Sebagai informasi, game adalah sebuah permainan yang terstruktur, biasanya dilakukan untuk hiburan atau kesenangan, dan kadang-kadang digunakan sebagai alat pendidikan.

Permainan adalah bagian universal dari pengalaman manusia dan hadir dalam semua budaya. Permainan Kerajaan Ur, Senet, dan Mancala adalah beberapa permainan tertua yang diketahui.