Selama New Normal, Pegawai di Aceh Dilarang Kumpul di Warung Kopi
Ilustrasi

ACEHINSIDE.ID – Pemerintah mulai menyusun new normal yang mulai diterapkan di perkantoran. Salah satu muatannya adalah pegawai di Aceh dilarang nongkrong di warung kopi. Hal tersebut tertuang dalam surat Gubernur Aceh nomor 800/7669 yang ditandatangani Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, pada Kamis (28/5).

Para PNS dan tenaga kontrak di lingkungan Pemerintah Aceh dibagi menjadi dua waktu kerja, yaitu piket pagi dan siang. Sementara itu, bagi yang tidak menjalankan tugas, mereka diwajibkan untuk bekerja dari rumah dan tetap siaga jika sewaktu-waktu mendapat panggilan dari atasan.

Poin keempat surat Gubernur juga melarang pegawai di Aceh dan tenaga kontrak berada di warung kopi pada hari kerja maupun libur dan menghindari tempat keramaian.

“PNS dan Tenaga Kontrak dilarang berada di warung kopi dan café selama 24 jam, baik pada hari kerja maupun hari libur,” kata Jubir Covid-19 Aceh Saifullah Abdulgani sebagaimana dikutip dari cnnindonesia.com.

Saifullah menyebutkan jika ada yang melanggar maka atasan ASN maupun tenaga kontrak tersebut bakal memberikan sanksi tegas berupa pemotongan Tunjangan Prestasi Kejra (TPK) 100 persen bagi PNS, dan pemutusan hubungan kerja langsung pada bulan berjalan terhadap tenaga kontrak.

Untuk menjalankan pengawasan selama new normal, petugas Satpol PP dan WH Aceh akan dikerahkan untuk menggelar razia ASN dan tenaga kontrak yang masih kumpul-kumpul di warkop. Surat Gubernur ini juga ditujukan ke ASN yang berada di kabupaten kota di Aceh.

Baca juga: Angkutan Umum Bisa Masuk Aceh 5 Juni Mendatang

Menurut Saifullah, untuk menuju fase New Normal, pihaknya masih memfokuskan untuk ASN di seluruh Aceh. Setelah itu baru ke sektor ekonomi dan lainnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah mengatakan, dalam fase new normal ini diharapkan beragam aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal dengan pola perilaku baru, yang bersandar pada penerapan protokol kesehatan, guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

“Kita akan terapkan terlebih dahulu di lingkungan pemerintahan seperti pada staf dijajaran Pemerintah Aceh, setelah itu akan kita perluas,” kata Sekda Aceh Taqwallah.

Untuk itu, Pemerintah Aceh masih akan terus melakukan sosialiasi penerapan protokol kesehatan, sehingga makin banyak pihak yang bersedia menerapkan langkah-langkah melawan Covid-19, khususnya kepatuhan mereka yang ODP dan PDP.

“Selama New Normal, protokol kesehatan makin diperketat sehingga yang sakit tidak masuk kerja, tidak hadir ke mesjid, tidak berbelanja ke pasar dan tidak berada di tempat keramaian,” ujarnya.

Secara kumulatif, kasus positif corona di Aceh berjumlah 20 orang. Dengan rincian dua masih dirawat di rumah sakit, 17 sembuh dan satu meninggal dunia.