Komunitas Pemuda Antikorupsi
Diskusi sesama Pemuda, Foto: Irvan

ACEHINSIDE.ID – Sejumlah pemuda dari desa Lancok-lancok kecamatan Kuala kabupaten Bireuen sepakat membentuk Komunitas Pemuda Antikorupsi. Kesepakatan ini terbangun dalam diskusi internal yang diselenggarakan di Meunasah desa Lancok-lancok pada 02 November 2020.

Inisiator Komunitas, Baihaqi, mengungkapkan inisiatif membentuk komunitas ini berangkat dari kegelisahannya yang melihat kaum muda di Lancok-lancok yang terkesan permisif terhadap pembangunan. Bahkan ada sebagian yang sibuk dengan aktivitas yang sia-sia.

Baca juga: Sama seperti KPK, Berikut 7 Lembaga Antikorupsi di Dunia

“Banyak pemuda kita yang sibuk dengan kegiatan yang tidak memberikan manfaat baik untuk dirinya maupun lingkungannya. Bahkan tak sedikit pula yang tidak peduli dengan kondisi pembangunan di desa, apakah yang bersumber dari dana desa atau lainnya”, sebut Baihaqi.

Alumni Akademi Jurnalistik Lawan Korupsi (AJLK) angkatan I ini menambahkan, pemuda adalah pondasi pembangunan yang akan menjadi cikal bakal perbaikan pembangunan di setiap desa. Tanpa keterlibatan kaum muda, jangan berharap pembangunan akan berlangsung dengan baik.

“Pemuda adalah pondasi pembangunan, keikut sertaan mereka dalam proses pembangunan merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan. Tujuannya adalah untuk melahirkan pembangunan-pembangunan yang lebih baik dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Tanpa keterlibatan kaum muda, jangan harap pembangunan akan baik” pungkas Baihaqi.

Ketua Pemuda desa Lancok-lancok, Marhaban, mengakui bahwa banyak kaum muda di desanya kurang peduli dengan kondisi pembangunan. Salah satunya karena kurangnya pemahaman dari pemuda itu sendiri terkait berbagai pembangunan yang ada.

“Saya mengakui bahwa partisipasi pemuda desa Lancok-lancok dalam pembangunan masih sangat kurang. Hal ini disebabkan karenanya kurangnya pemahaman dan juga suara kita terkesan diabaikan, sehingga lambat laun partisipasi semakin berkurang ditambah lagi tidak ada yang bersuara lantang untuk mengajak”, ungkap Marhaban.

Guru SMP Negeri 1 Kuala ini menambahkan, kaum muda tidak boleh diam dengan kondisi seperti ini. Jika pembiaran ini terus terjadi, kaum muda di desa Lancok-lancok akan semakin tertinggal dibandikan dengan pemuda dari desa-desa lain di sekitar.

Baca juga: KPK Selenggarakan Lomba Video Lirik Lagu Antikorupsi, Simak Syaratnya

“Kaum muda di desa kita kalau terus diam dan tak bergerak, jangan harap kita akan maju. Untuk itu, mari kita satukan langkah untuk berbenah untuk lebih baik. Tahap awal yang bisa kita lakukan adalah membentuk komunitas Pemuda Antikorupsi sebagai wadah untuk saling belajar dan berbagi pengetahuan terkait pembangunan”, sebut Marhaban.

Irvan, salah satu peserta dari desa Lancok-lancok sepakat dengan yang ditawarkan Ketua Pemuda untuk membentuk komunitas. Menurutnya, selain untuk sharing pengetahuan, komunitas ini bisa menyatukan langkah kaum muda untuk memberikan konstribusi untuk pembangunan di desa.

“Saya sepakat dengan Ketua Pemuda untuk membentuk komunitas. Selama ini, kondisi kita terkesan tercerai berai. Harapannya, dengan adanya komunitas ini bisa menyatukan langkah kita kaum muda untuk terlibat dalam pembangunan sehingga kedepan suara kita tidak diabaikan oleh pelaku pembangunan”, pungkas Irvan.