Kasus Pencabulan Anak Meningkat di Aceh Utara
Ilustrasi

ACEHINSIDE.ID – Sepanjang tahun 2019, Polres Aceh Utara menangani 23 kasus pencabulan anak. Jumlah ini meningkat dibandingkan pada tahun 2018. Demikian disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, AKP Adhitya Pratama sebagaimana dikutip dari kompas.com.

Berdasarkan data yang dirilis, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Polres Aceh Utara menangani 47 kasus selama tahun 2019. Paling banyak adalah kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur yakni mencapai 23 kasus.

“Secara keseluruhan kasus yang ditangani Unit PPA sepanjang tahun 2019 tercatat sebanyak 47 kasus, meningkat daripada tahun 2018 yang tercatat sebanyak 35 kasus atau bertambah sekitar 30 persen.” ujar Adhitya saat konferensi pers di Mapolres Aceh Utara.

Kasat Reskrim ini merincikan, dari 47 kasus yang ditangani PPA tahun 2019, 7 kasus di antaranya adalah kasus pemerkosaan, 23 kasus cabul, 2 kasus kekerasan dalam rumah tangga, 6 kasus penganiayaan, 2 kasus nikah siri, dan kasus lainnya sebanyak 7 kasus.

Baca juga: Pergantian Tahun Baru, Tak Ada Perayaan di Kota Banda Aceh

Menurut keterangan Adhitya, semua kasus pencabulan sudah diproses. Dia berharap peran masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan tindakan mencurigakan kepada polisi. Hal ini bertujuan agar kasus kriminal bisa segera ditangani secara hukum.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak, Kabupaten Aceh Utara, Zulkarnaini menyebutkan, penanganan kasus hukum pencabulan anak memang meningkat dari tahun sebelumnya. Namun, dari sisi kasus sebenarnya menurun.

“Tahun 2019 itu terdapat 104 kasus pencabulan, tahun 2018 lebih banyak lagi, tapi angkanya saya lupa. Penanganan hukumnya meningkat, kasusnya sebenarnya menurun,” katanya sebagaimana dikutip dari kompas.com.

Menurutnya, pemerintah terus berupaya mengedukasi kaum perempuan dan anak tentang perlindungan hukum. Selain itu Zulkarnaini juga mengajak masyarakat harus berani melaporkan kasus pencabulan ke aparat penegak hukum. Sehingga menimbulkan efek jera bagi pelaku.

Baca juga: Ombudsman Perwakilan Aceh Surati Pemerintah Aceh terkait Pembelian Mobil Dinas Baru

“Penguatan kapasitas kaum perempuan dan anak terus kita lakukan, pendampingan hukumnya juga. Harapan kita, semakin sadar hukum masyarakat, semakin kecil angka kekerasan terhadap anak dan perempuan,” pungkasnya.