Loading...

ACEHINSIDE.ID – Pemerintah Kabupaten Bireuen bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh akan menggelar festival Sate Matang di Kabupaten Bireuen pada 30–31 Maret mendatang. Demikian informasi yang dikutip dari laman resmi Pemerintah Bireuen, bireuenkab.go.id.

Arief Rachman dari Tim Wisata Kuliner Aceh, menyebutkan melalui festival yang akan digelar di Lapangan Galacticos, kawasan Cot Gapu Bireuen pada akhir Maret 2019. Disbudpar Aceh akan mempromosikan objek wisata kuliner yang ada di Bireuen pada pada 30–31 Maret mendatang.

Manurut Arief, saat ini sate telah menjadi objek wisata kuliner yang populer di Bireuen. Gerainya tersebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Bireuen dan kabupaten/kota lain di Aceh dan bahkan ada juga dibeberapa provinsi lain di Indonesia.

“Sate Matang memiliki potensi wisata yang dapat memberi efek langsung terhadap perkembangan ekonomi masyarakat. Untuk pencinta kuliner ini jangan sampai melewatkan festival Sate Matang. Panitia menyediakan paket sate lengkap dengan nasi dan kuah kaldunya yang dapat dinikmati secara gratis,” pungkasnya.

Kepastian jadwal festival Sate Matang juga disampaikan Wakil Bupati Bireuen, H Muzakkar A Gani usai menggelar rapat koordinasi dengan jajaran Disbudpar Aceh di ruang kerjanya (26/3) sebagaimana ditulis Harian Serambi Indonesia edisi 27 Maret 2019.

Menurut Muzakkar didampingi Kepala Bidang Sejarah dan Nilai Budaya Disbudpar Aceh, Irmayani, festival ini digelar bertujuan untuk memperkenalkan kuliner daerah secara luas, terlebih sate merupakan makanan khas Bireuen yang bersih dan halal.

Keunikan Sate Matang
Mengutip berita yang ditulis di Tempo.co, nama Sate Matang diambil dari nama daerah tempat kuliner ini pertama kali dikenalkan yakni Matangglumpang Dua. Wilayah terkenal sebagai pusat kuliner di Bireuen yang nyaris tak pernah tutup selama 24 jam.

Selain namanya, cara penyajian kuliner ini tergolong unik. Peraciknya selalu membanting botol kecap ke meja saat akan menyajikan kuliner ini kepada konsumen. Tidak ada alasan khusus tradisi banting botol kecap dilakukan oleh para penjual.

“Kalau untuk banting kecap itu sebenarnya nggak ada maksud apa-apa. Cuma biar keliatan lebih unik. Lebih buat orang penasaran,” kata Zulfikar salah satu pedagang sate.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here