PUBG Haram di Aceh dan Cerai Talak 3
Loading...

ACEHINSIDE.ID – Baru-baru ini, MPU Aceh mengeluarkan fatwa haram untuk game PUBG. Topik ini, bukan hanya trend di jagad maya dan media sosial dengan keyword “PUBG haram di Aceh”, tapi juga menjadi pembicaraan hangat di alam di mana kita dapat bersentuhan langsung.

Mengutip keterangan yang ditulis di wikipedia.id, game PUBG adalah satu permainan dengan jenis battle royale. Game ini bisa dimainkan oleh 100 orang sekaligus secara online. Bisa juga solo, tim yang terdiri dari 2 orang dan/atau 4 orang. Para pemainnya juga bisa mengundang teman untuk bermain satu tim.

Sebagaimana diberitakan oleh banyak media online di Aceh, dalih MPU Aceh mengeluarkan fatwa ini bukan saja di latarbelakangi karena kesia-siaan waktu saat memainkan game, akan tetapi juga karena dampak negatif yang ditimbulkan oleh permainan yang banyak digemari oleh para remaja dan anak-anak.

Dasar utama kalangan ulama dibawah payung MPU Aceh adalah karena game PUBG mengandung unsur kekerasan dan kebrutalan. Permain yang kebanyakan dimainkan di smartphone ini berpotensi memengaruhi perubahan perilaku penggunanya menjadi negatif.

Ketiga, game ini berpotensi menimbulkan perilaku agresif dan kecanduan level berbahaya. Dan keempat, game jenis perperangan ini mengandung unsur penghinaan terhadap simbol-simbol Islam. Demikian 4 dasar bagi lembaga yang dinaungi oleh para ulama ini mengeluarkan fatwa haram terhadap game PUBG.

Segera setelah fatwa game PUBG haram di Aceh, permainan tersebut diibaratkan sebagai seorang istri yang telah ditalak 3. Jangankan diajak “tidur” oleh mantan suaminya, disentuh pun haram hukumnya. Meskipun dalam kondisi mudharat sekalipun.

Berbeda dengan makanan haram, dalam kondisi tertentu masih dimaafkan. Misalkan dalam kondisi lapar yang sangat kelaparan dan tidak satupun tersedia yang halal, maka dibolehkan memakan makanan tersebut dalam kadar tertentum.

Sedang game PUBG, jika tidak dimainkan tidak akan menyebabkan berpisahnya roh dan jasad kita.

Tentu sebagai orang islam yang berdomisili di Aceh, setiap kita harus mematuhi fatwa ini. Bagaimana pun, setiap segala sesuatu yang telah diputus haram, tentu dosa adalah ganjarannya. Oleh karena itu, jangan menganggap sepele apalgi mencemoohkan fatwa tersebut. Semoga!!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here