Fintech, Solusi Cerdas dan Mudah Wakaf Uang Era Digital
Sumber: google.co.id
Loading...

ACEHINSIDE.ID – Apa yang menjadi solusi cerdas untuk wakaf era digital? Pertanyaan itu mungkin salah satu yang muncul dari sebagian besar filantropi melihat perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih.

Jawaban sederhananya adalah Financial Technology (Fintech). Fintech bukanlah istilah baru di era digital. Selain telah menjadi bagian dari lembaga keuangan, fintech juga menjadi solusi atas rendahnya inklusi keuangan di Indonesia.

Sedikit informasi, tingkat inklusi keuangan di Indonesia mencapai 48,9% pada tahun 2017. Data ini merujuk pada kajian yang dilakukan menurut Global Findex tahun 2017 silam.

Kajian ini memberi makna bahwa masih sangat banyak masyarakat Indonesia belum mendapatkan akses dengan lembaga keuangan. Hal ini dilatar belakangi karena terbatasnya lembaga keuangan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama daerah terpencil.

Oleh karena itu, kehadiran fintech bukan saja memberikan kemudahan bagi lembaga keuangan dan masyarakat untuk memberi dan mendapatkan layanan keuangan secara cepat dan mudah. Akan tetapi juga menjadi solusi cerdas untuk wakaf era digital.

Merujuk pada pengertian yang yang diberikan oleh Bank Indonesia, fintech adalah hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari konvensional menjadi moderat.

Arti Wakaf
Wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah.

Demikianlah arti wakaf yang disebutkan pada Pasal 1 ayat (1) UU nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf. Dalam arti yang lebih sederhana, wakaf adalah memindahkan hak milik pribadi menjadi milik suatu badan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

UU 41 Tahun 2004 tentang Wakaf
Sumber: hasil screenshot

UU nomor 41 tahun 2004 tentang wakaf mengklasifikasikan harta wakaf menjadi 2 (dua) yakni harta tidak bergerak dan bergerak. Harta tidak bergerak semisal tanah, bangunan dan sebagainya. Sedang harta bergerak salah satunya adalah uang.

Sedang dalam Peraturan Pemerintah nomor 42 tahun 2006 tentang Pelaksanaan UU nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf, membedakan harta wakaf menjadi 3 (tiga):

  1. Harta tidak bergerak
  2. Harta bergerak selain uang dan
  3. Harta bergerak berupa uang

Terkait dengan wakaf berupa uang, banyak masyarakat di Indonesia belum mengetahuinya. selama ini masyarakat masih terdoktrin bahwa wakaf hanya diperbolehkan pada benda-benda yang tidak bergerak, seperti tanah atau bangunan.

Atas dasar itu, melalui postingan ini kami ingin berbagi pemahaman tentang wakaf dalam arti lebih luas merujuk pada hukum positif. Dan juga memberi tawaran solusi cerdas untuk wakaf era digital yang mudah dan sederhana.

Wakaf berupa uang
Wakaf adalah salah satu sumber yang menjadi kekuatan ekonomi umat Islam. Wakaf sendiri mampu berkontribusi untuk pembangunan manusia dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat jika pengelolaannya dilakukan secara tepat dan cerdas.

Pemberian wakaf selama ini cenderung dimaknai dengan tanah atau bangunan. Padahal jika dilihat dari fungsinya, wakaf dalam bentuk lain juga dimungkinkan, salah satunya adalah uang.

Dengan demikian, masyarakat akan dimudahkan untuk mewakafkan hartanya. Tidak perlu lagi harus memiliki tanah yang luas, akan tetapi cukup dengan beberapa rupiah saja sudah bisa untuk wakaf era digital sekarang ini.

Lantas bagaimana cara melakukan wakaf uang? Mengutip penjelasan yang ditulis di website Bimas Islam, terdapat 2 (dua) cara melakukan wakaf uang:

  • Datang langsung
    1. Wakif (orang yang berwakaf) datang ke Lembaga Keuangan Syariah (LSK) Penerima Wakaf Uang (PWU);
      • Bank Syariah Mandiri. No. Rek. 0090012345
      • BNI Syariah. No. Rek. 333000003
      • Bank Muamalat. No. Rek. 3012345615
      • Bank DKI Syariah. No. Rek. 7017003939
      • Bank Mega Syariah Indonesia. No. Rek. 10.00011.111
      • Bank BTN Syariah No. Rek. 701.100.2010
      • Bank Bukopin Syariah. No. Rek. 8800 888 108
      • Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jogja Syariah
      • Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Barat Syariah
      • Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jateng Syariah
      • Bank Pembangunan Daerah (BPD) Riau Syariah
      • Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jatim Syariah
    2. Mengisi Akta Ikrar Wakaf (AIW) dan melampirkan kartu identitas yang berlaku;
    3. Wakif menyetor nominal wakaf dan secara otomatis masuk ke rekening BWI;
    4. Wakif mengucapkan shighah wakaf dan menandatangani AIW bersama dengan 2 (dua) orang saksi dan 1 (satu) pejabat Bank sebagai Pejabat Pembuat AIW (PPAIW);
    5. LKS-PWU mencetak Sertifikat Wakaf Uang (SWU);
    6. LKS-PWU memberikan AIW dan SWU kepada Wakif;
  • Transfer
    1. Wakif melakukan transfer sejumlah uang (minimal Rp. 1.000.000) ke rekening LKS-PWU;
      • Bank Syariah Mandiri. No. Rek. 0090012345
      • BNI Syariah. No. Rek. 333000003
      • Bank Muamalat. No. Rek. 3012345615
      • Bank DKI Syariah. No. Rek. 7017003939
      • Bank Mega Syariah Indonesia. No. Rek. 10.00011.111
      • Bank BTN Syariah No. Rek. 701.100.2010
      • Bank Bukopin Syariah. No. Rek. 8800 888 108
    2. Kemudian melakukan konfirmasi langsung ke LKS-PWU yang bersangkutan;
    3. Atau bisa juga menghubungi BWI call service di (021) 87799232, (021) 87799311;

Fintech solusi cerdas
Perkembangan teknologi melahirkan ragam inovasi-inovasi yang memberi kemudahan bagi banyak orang. Fintech sebagaimana dijelaskan di atas merupakan salah satu inovasi dalam kemajuan teknologi dan informasi di era digital.

Fintech Platform Digital
Sumber: google.co.id

Dulunya untuk bisa bertransaksi keuangan, kita harus ke lembaga keuangan semisal perbankan. Namun kini, hal tersebut bisa dilakukan secara mudah di mana pun dan kapan pun melalui smartphone atau desktop asalkan terhubung ke internet.

Kemajuan ini sebenarnya bisa juga di aplikasi untuk memudahkan wakaf era digital. Baik wakif maupun nazir (penerima wakaf) dapat terhubung langsung ke plaftform digital ini.

Ini artinya, wakif tidak perlu lagi menyambangi LKS-PWU untuk mewakafkan hartanya. Cukup menggunakan platform digital atau fintech yang telah didesain sedemikian rupa untuk memudahkan dalam mewakafkan uangnya sebagaimana ketentuan yang telah diatur dalam regulasi.

Dengan demikian, nazir dapat terhubung dengan wakif-wakif diseluruh Indonesia tanpa terbatas waktu dan jarak. Hal ini memungkinkan terjadi peningkatan jumlah wakaf uangĀ  dari seluruh elemen masyarakat.

Disisi lain, pemanfaat fintech sebagai jalur menerima wakaf era digital dan menyalurkannya turut mendukung program pemerintah disektor keuangan yang digagas melalui Perpres Nomor 82 tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here