Cuitan Kontroversi Mahathir Soal Prancis
Ilustrasi

ACEHINSIDE.ID – Twitter menghapus cuitan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad yang menyebut Muslim mempunyai hak untuk membunuh jutaan orang Prancis. Cuitan ini dianggap melanggar aturan yang dibuat perusahaan.

Mahathir mengeluarkan pernyataan ini melalui akun twitter @chedetofficial. Ia menuliskan kicauan ini pascaserangan di Basilika Notre Dame, Nice, Prancis, Kamis (29/10/2020). Tiga orang dibunuh oleh seorang pelaku yang disebut imigran Tunisia di mana otoritas menyebutnya ‘serangan teror Islam’.

Baca juga: Cara Membuat Surat Keterangan Usaha Syarat Dapat BLT UMKM

Namun menurut AFP sebagaimana dikutip dari cnbcindonesia.com, Mahathir sebenarnya tidak merujuk ke serangan Nice. Komentarnya ini terkait pemenggalan kepala seorang guru bahasa Prancis yang telah memperlihatkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya, yang terjadi pekan lalu.

Mahathir mengatakan dia tidak menyetujui pembunuhannya. Tetapi kebebasan berekspresi tidak termasuk ‘menghina orang lain’. “Terlepas dari agama yang dianut, orang yang marah membunuh,” kata pria berusia 95 tahun itu secara blak-blakan, Jumat (30/10/2020).

Baca juga: Pengumuman CPNS 2019 Digelar Serentak Jumat 30 Oktober

“Prancis dalam perjalanan sejarahnya telah membunuh jutaan orang. Banyak di antaranya adalah Muslim. Muslim memiliki hak untuk marah dan membunuh jutaan orang Prancis untuk pembantaian di masa lalu.”

Tapi dia menambahkan kembali bahwa pada umumnya Muslim belum menerapkan hukum ‘mata ganti mata’. Ini ditujukannya untuk Hukum Qisas dalam Islam yang berarti pembalasan, di mana ada hak untuk keluarga korban meminta hukuman mati ke pembunuh.