Caroline Flack Bunuh Diri
Caroline Flack, Foto: detik.com

ACEHINSIDE.ID – Caroline Flack bunuh diri menjadi perhatian khusus industri pertelevisian di Inggris. Satu minggu setelah meninggalnya mantan presenter X-Factor dan Love Island itu, kini semua presenter harus menjalani tes psikologi.

Seorang sumber mengungkapkan bahwa mereka yang bekerja sebagai presenter atau pembawa acara TV harus mengikuti tes dan evaluasi psikologi secara rutin. Hal ini dilakukan menyusul peristiwa Caroline Flack yang meninggal bunuh diri satu hari setelah Hari Valentine.

Sebelumnya hanya kontestan reality TV saja yang harus menjalani tes psikologi. Kini presenter juga wajib mengikutinya. Hal ini dilakukan untuk menentukan apakah kondisi mental mereka cukup sehat untuk tampil di acara televisi.

Seperti dikutip dari Daily Mail, tes terdiri dari mengisi kuesioner psikometrik, sesi wawancara dengan konselor hingga penilaian latar belakang mereka. Setelah mengikuti serangkaian tes para presenter akan ditandai dengan warna merah atau hijau.

Jika nilai mereka ‘merah’ maka dinyatakan gagal dan tidak bisa lagi mengikuti reality TV atau acara yang mereka bintangi. Apabila nilainya hijau maka dinyatakan lolos atau aman.

Tes psikologi ini juga berlaku untuk presenter yang sudah menjalani profesinya bertahun-tahun, bahkan dengan pengalaman hingga puluhan tahun. Jadi tidak hanya untuk presenter baru atau muda.

“Kini bukan cuma kontestan dan non-selebriti yang tampil di acara TV saja yang dimonitor. Ke depannya, semua presenter dan penyiar TV akan menjalani tes psikologi setiap tahunnya dalam setiap serial atau program baru,” ujar sumber.

Caroline Flack ditemukan meninggal dunia di apartemennya, East London, Inggris pada Sabtu (15/02/2020). Ia meninggal di usia 40 tahun karena bunuh diri.

Peristiwa tragis tersebut terjadi 18 hari sebelum ia menjalani sidang atas tuduhan tindak kekerasan terhadap kekasihnya Lewis Burton.

Seorang teman mengungkapkan kalau kasus KDRT yang membelitnya telah membuat Caroline Flack merasa malu. Dia merasa tidak bisa menemukan jalan keluar dari masalahnya tersebut. [detik.com]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here