Bahaya Mengucek Mata dengan Tangan
Ilustrasi

ACEHINSIDE.ID – Banyak orang tidak faham akan bahaya mengucek mata dengan tangan, sehingga hal tersebut menjadi kebiasaan banyak orang, terlebih saat bangun tidur. Kebiasaan ini mungkin akan membuat mata kembali nyaman dan menghilangkan rasa gatal pada mata.

Mengucek mata memang dapat merangsang air mata keluar dan kemudian melumasi mata yang kering. Keluarnya air mata ini akan membantu mata untuk menghilangkan kotoran seperti debu serta zat yang bisa membuat iritasi lainnya.

Baca juga: Cara Membuat Tulisan Keren di Whatsapp tanpa Aplikasi

Tidak hanya itu, air mata yang keluar disertai tekanan perlahan pada mata dianggap bisa merangsang saraf vagus, yang memperlambat detak jantung anda, sehingga menghilangkan stres.

Tetapi ternyata, terlalu sering mengucek mata dapat menimbulkan masalah kesehatan yang buruk bagi mata? Dikutip dari cnnindonesia.com, berikut bahaya mengucek mata dengan tangan.

Infeksi mata
Salah satu alasan kenapa mengucek mata adalah kegiatan yang kurang baik adalah karena tangan yang anda gunakan untuk mengucek, mungkin saja dipenuhi dengan bakteri, kotoran dan juga parasit yang bisa menyebabkan mata infeksi.

Membran berlendir pada mata, berfungsi untuk menjaga kelembaban mata setiap saat adalah tempat yang sangat rawan terkena bakteri serta parasit sebagai tempat tinggalnya.

Saat melakukan berbagai kegiatan, seperti menyentuh barang, melakukan kontak dengan hewan atau orang lain, lalu kemudian seketika mengucek mata tanpa mencuci tangan, akan sangat banyak sekali bakteri yang akan menempel pada mata. Untuk itu, usahakan jaga kebersihan tangan sebelum bersentuhan langsung pada mata.

Rabun jauh
Rabun jauh merupakan suatu kondisi ketika seseorang mengalami gangguan saat melihat objek jarak jauh. Rabun jauh terjadi karena mata tidak dapat memfokuskan cahaya yang masuk ke retina bagian mata yang berfungsi untuk melihat.

Pada penderita gangguan rabun jauh, mengucek mata akan membuat parah penglihatan. Karena retina akan berada di bawah tekanan dan gesekan yang terus menerus yang menyebabkan semakin rusaknya retina.

Baca juga: Kriteria Pekerja Bergaji di Bawah Rp5 Juta yang Terima BLT Corona

Glaukoma
Glaukoma adalah kerusakan saraf mata yang mempengaruhi gangguan penglihatan dan kebutaan. Kondisi ini umum terjadi karena disebabkan oleh tingginya tekanan bola mata.

Saraf mata adalah kumpulan serat saraf yang menghubungkan retina ke otak. Saat saraf mata rusak, sinyal yang menyampaikan apa yang anda lihat ke otak akan terganggu. Secara perlahan, ini akan menyebabkan hilangnya penglihatan atau kebutaan pada mata.

Salah satu penyebab glaukoma adalah karena adanya peningkatan tekanan yang berlebih pada bola mata. Tekanan ini bisa terjadi dari kebiasaan anda mengucek mata.

Keratoconus
Keratoconus adalah penyakit atau kondisi ketika kornea mengalami penipisan dan penonjolan ke luar serta membentuk menyerupai kerucut.

Kornea adalah lapisan jernih berbentuk kubah yang melapisi bagian tengah mata. Kondisi kornea yang berubah bentuk ini akan dapat menyebabkan pandangan mata
menjadi buram serta peningkatan sensitivitas mata kepada cahaya.

Keratoconus biasanya melibatkan kedua mata dan bisa dialami pertama kali saat seseorang berusia sepuluh hingga dua puluh lima tahun.

Sebenarnya penyebab pasti terjadinya keratoconus belum diketahui. tetapi, terdapat beberapa faktor keturunan dan sering mengusap mata dengan kencang dapat memicu terjadinya keratoconus.

Baca juga: Kriteria Pekerja Bergaji di Bawah Rp5 Juta yang Terima BLT Corona

Mata Bintitan
Mata bintitan adalah gejala Infeksi pada kelenjar kelopak mata yang akan menyebabkan timbulnya benjolan kecil baik pada kelopak mata atas maupun bawah.

Benjolan ini umumnya menyebabkan terasa nyeri, berwarna merah, dan terasa gatal. Jika dibiarkan terlalu lama benjolan ini dapat mengeluarkan nanah.

Sebenarnya bintitan tidak selalu disebabkan oleh infeksi bakteri. Pada kondisi tertentu, mata bintitan dapat disebabkan oleh adanya sumbatan pada kelenjar kelopak mata.

Sumbatan tersebut menyebabkan isi kelenjar menumpuk dan memicu terjadinya reaksi inflamasi pada kelopak mata yang akhirnya menyebabkan benjolan.