ASN di Aceh Dilarang Mudik
Ilustrasi

ACEHINSIDE.ID – ASN di Aceh dilarang mudik oleh pemerintah Aceh. Larangan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona. Bagi PNS yang melanggar akan diberi sanksi penurunan pangkat, sedang bagi pegawai honorer dan tenaga kontrak akan dipecat.

Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Aceh, Iskandar sebagaimana dikutip dari detik.com. Lebih lanjut, Iskandar menyebutkan, pemberian cuti bagi pegawai juga ditiadakan kecuali bagi yang melahirkan, sakit atau alasan penting seperti salah satu anggota keluarga inti pegawai yang bersangkutan sakit keras atau meninggal dunia.

Baca juga: Sewa Bus Semarang Profesional dan Terpercaya

Aturan ASN di Aceh dilarang mudik tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 440/5954 yang diteken Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Menurut Iskandar, PNS yang mengajukan cuti dengan syarat tersebut harus mendapatkan izin dari pejabat pembina kepegawaian atau pejabat yang berwenang.

Iskandar menyebut Pemerintah Aceh bakal memberi sanksi tegas bagi ASN yang tetap mudik. PNS yang melanggar akan dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun dan tenaga kontrak akan diberhentikan.

“Pak Plt Gubernur mengharapkan para Kepala SKPA dan atasan langsung untuk memantau dan mengawasi pegawai masing-masing. Tidak ada dispensasi, bahkan jika ada atasan langsung yang tidak menjatuhkan sanksi disiplin terhadap pelanggaran tersebut, maka terhadap mereka juga akan dijatuhkan sanksi disiplin sesuai ketentuan Pasal 21 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil,” jelas Iskandar.

Selain itu, para ASN Pemerintah Aceh juga diminta untuk mengajak masyarakat di lingkungan masing-masing agar tidak berpergian ke luar daerah atau mudik. Masyarakat diimbau memakai masker saat ke luar rumah.

“Sampaikan ke masyarakat di lingkungan untuk selalu menggunakan masker ketika berada atau berkegiatan di luar rumah tanpa kecuali,” jelas Iskandar.

“Bagi masyarakat yang mampu, mari bantu meringankan beban masyarakat yang lebih membutuhkan di sekitar tempat tinggalnya. Selalu terapkan perilaku hidup bersih dan sehat dan sampaikan informasi yang positif dan benar (bukan berita hoax) kepada masyarakat terkait dengan pencegahan penyebaran COVID-19,” sambungnya.