Alfin Lestaluhu Meninggal karena Penyakit Ensefalitis
Loading...

ACEHINSIDE.ID – Bek Timnas Indonesia U-16 Alfin Lestaluhu meninggal dunia karena penyakit ensefalitis (infeksi otak) dengan hypoalbuminemia. Pemain timnas U-16 ini meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, pukul 22.11 WIB pada Kamis (31/10).

Kabar tersebut diungkap PSSI melalui situs resmi federasi. “Keluarga besar PSSI mendoakan yang terbaik untuk Alfin dan keluarga dan kami sangat kehilangan. Terima kasih atas sumbangsih Alfin untuk tim nasional Indonesia,” kata Sekjen PSSI Ratu Tisha Destira.

Berdasarkan diagnosa dokter, bek timnas ini meninggal karena penyakit ensefalitis (infeksi otak) dengan hypoalbuminemia. Jenazah Alfin rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya di Ternate, Ambon. Alfin merupakan salah satu korban gempa yang mengguncang Ambon pada 26 September lalu.

Pemain yang berposisi sebagai bek kanan itu sempat dirawat di Rumah Sakit Tentara, Ambon, sebelum mendapat perawatan lebih lanjut di Jakarta. Alfin adalah andalan Timnas Indonesia U-16 dan sukses membawa Timnas U-16 ke putaran final Piala Asia 2020 yang akan digelar di Bahrain.

Sebagaimana ditulis cnnindonesia.com, ensefalitis yang diderita oleh Alfin Lestaluhu merupakan peradangan pada otak yang disebabkan oleh sejumlah hal. Walau bukan termasuk penyakit yang menular, namun ensefalitis perlu ditangani dengan cepat dan tepat karena bisa mengancam jiwa.

Selain kerusakan pada sel otak, ensefalitis juga bisa menimbulkan sejumlah komplikasi, di antaranya berkurangnya daya ingat, sering kejang, berkurangnya konsentrasi, serta rasa lelah yang terus menerus. Sehingga secara signifikan dapat menurunkan kualitas hidup seseorang.

Dalam kasus Alfin Lestaluhu, ensefalitis juga diikuti oleh hypoalbuminemia, yaitu kondisi ketika kadar albumin dalam darah berada di bawah normal. Salah satu penyebab timbulnya hypoalbuminemia ialah infeksi atau peradangan yang terjadi dalam tubuh.

Proses penyembuhan ensefalitis bisa memakan waktu yang lama, tetapi sebagian besar pengidap tidak bisa sepenuhnya pulih akibat kerusakan pada sel otak, papar NHS. Umumnya, perawatan yang diberikan ialah obat antivirus, suntikan steroid untuk menambah kekuatan otot, antibiotik atau obat antijamur, obat pereda sakit, obat pengontrol kejang, serta alat bantu pernapasan.

Dengan kata lain, bila Anda merasakan beberapa gejala khas ensefalitis seperti yang diidap Alfin Lestaluhu atau menemukan orang lain dengan gejala serupa, pastikan untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif di rumah sakit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here