Prioritas Penanganan Covid-19
Ilustrasi

ACEHINSIDE.ID – Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengusulkan tambahan dua provinsi masuk prioritas penanganan Covid-19, yakni Aceh dan Bali. Sebelumnya telah ada 8 provinsi prioritas yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Papua.

“Tadi kami laporkan kepada Bapak Presiden, akan kami usulkan tambahan dua provinsi prioritas lagi, yaitu Bali dan Aceh, karena mengalami peningkatan yang cukup tinggi sehingga total semuanya adalah 10 provinsi,” kata Doni Monardo, dalam jumpa pers virtual di akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 28 September 2020.

Baca juga: Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Kurang Mampu di Aceh Dibagikan

Dikutip dari tempo.co, Presiden Jokowi sebelumnya berkali-kali menekankan pentingnya 3T yaitu testing, tracing dan treatment dalam penanganan penyebaran Covid-19 di provinsi prioritas tersebut. Jokowi juga menekankan pentingnya intervensi berbasis lokal dalam upaya perubahan perilaku di tengah pandemi.

Doni menyebut, Satgas Penanganan Covid-19 akan menggandeng seluruh relawan hingga akademisi, termasuk komunitas di provinsi prioritas untuk terlibat dalam kampanye perubahan perilaku.

Jokowi Utus Doni Monardo ke Aceh
Dikutip dari aceh.tribunnews.com, Pemerintah Pusat melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 akan memprioritaskan penanganan Covid-19 di Aceh. Untuk itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo, untuk membantu semua kebutuhan yang diperlukan Aceh dalam menanggulangi penyebaran virus Corona.

“Presiden menugaskan saya untuk membantu Aceh (dalam penanganan kasus Covid-19),” ujar Doni Monardo dalam Rapat Koordinasi (Rakor) membahas dan menyamakan persepsi terkait penanganan Covid-19 Aceh di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Sabtu (26/9/2020) pagi.

Rapat tersebut diikuti Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, Pangdam Iskandar Muda (IM), Mayjen TNI Hassanudin, Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada, Sekda Aceh, Taqwallah, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, serta para Asisten Sekda Aceh dan kepala SKPA. Sementara Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten/kota se-Aceh mengikuti rakor itu melalui video conference.

Dalam kunjungan kerja kali ini, Doni Monardo membawa para ahli dan pakar serta sejumlah bantuan yang dibutuhkan Aceh dalam penanganan Covid-19. Bantuan tersebut mulai dari ventilator, hand sanitizer, alat pelindung diri (APD), hingga masker. “Kami siap memperkuat dan memprioritaskan Aceh dalam penanganan Covid-19,” tegasnya.

Baca juga: Tuan Rumah PON Tahun 2024, Aceh dan Sumatera Utara Diputuskan KONI

Doni mengatakan, pihaknya juga akan menambah tiga laboratorium tes Real Time Polymerase Chain Reaction (RT PCR) untuk Aceh guna memudahkan proses tracking (pelacakan) dan tracing (penelusuran) orang-orang yang pernah kontak erat dengan pasien Covid-19. Ketiga laboratorium tersebut, sambungnya, akan dibangun di tiga lokasi sesuai zonasi wilayah Aceh. Sehingga keberadaan laboratorium itu mudah dijangkau oleh semua kabupaten/kota.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 juga menegaskan, pihaknya mendukung pengembangan Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh agar lebih siap dalam menangani pasien Corona. Adapun bentuk dukungan itu, sebut Doni, pihaknya akan membantu peralatan medis dan menambah ruangan intensive care unit (ICU).

Terkait kebutuhan ruang isolasi, Doni meminta Pemerintah Aceh menyiapkan hotel di setiap daerah sebagai tempat isolasi pasien orang tanpa gejala (OTG) dan seluruh biaya sewa hotel diajukan ke Pemerintah Pusat. “Pilih tempat yang betul-betul membuat orang gembira dan nyaman. Kalau tidak nyaman nanti akan mengganggu psikologisnya. Senang dan gembira merupakan bagian dari obat,” ungkap Doni.

Untuk dokter dan tenaga kesehatan, ia meminta agar orang-orang yang berada di garda terdepan dalam melawan Covid-19 tersebut disediakan tempat dan fasilitas yang bagus. Sehingga mereka terlindungi dan dapat bekerja secara maksimal. “Dokter dan perawat perlu juga kita sediakan asupan makanan bergizi dan vitamin,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan masker, kata Doni, pihaknya akan menyediakan mesin jahit. Tujuannya, agar masker dapat diproduksi langsung oleh perajin di Aceh dan jumlah masker juga bisa dijahit sesuai kebutuhan. Untuk itu, Doni meminta Plt Gubernur mengindentifikasi jumlah mesin jahit yang dibutuhkan oleh semua kabupaten/kota di Aceh.

Begitu pun dengan bahan untuk masker, tambah Doni, nanti akan disediakan oleh Satgas Pusat sesuai dengan standar dan kualitas yang dapat digunakan untuk menjaring virus. “Untuk jangka pendek, kami juga akan memberikan masker bantuan. Tapi, untuk jangka panjang, kami akan mengirim mesin agar masker bisa diproduksi di sini secara berkelanjutam,” demikian Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo.

Untuk diketahui, Doni Monardo dan rombongan tiba di Aceh melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, sekitar pukul 10.30 WIB, kemarin. Setelah memimpin rakor tersebut, pada sore harinya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Pusat langsung kembali ke Jakarta.