51 nelayan Aceh
Ilustrasi

ACEHINSIDE.ID – Sebanyak 51 nelayan Aceh yang ditahan otoritas Thailand bakal segera dipulangkan. Mereka dibebaskan dari penjara setelah mendapat pengampunan dari Raja Thailand YM Rama X.

Anggota DPR Aceh Iskandar Usman Al-Farlaky, mengatakan para nelayan tersebut sudah dipindahkan dari Provinsi Phang Ngah ke rumah detensi imigrasi di Bangkok. Pihak KJRI Songkla telah menyiapkan dokumen perjalanan ke-51 nelayan untuk proses pemulangan ke Aceh.

Baca juga: Aceh Diusulkan Masuk Provinsi Prioritas Penanganan Covid-19

“Mereka direncanakan terbang dari Bangkok ke Jakarta, dan Jakarta ke Aceh. Pihak pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial juga sudah dikabari agar membantu proses kepulangan dari Jakarta ke Aceh,” kata Iskandar sebagaimana dikutip dari detik.com.

Proses pemulangan menyesuaikan jadwal penerbangan dari Bangkok ke Jakarta yang difasilitasi Kementerian Luar Negeri. Rencananya mereka dipulangkan Kamis, 1 Oktober lusa.

Iskandar menjelaskan ke 51 nelayan Aceh ini wajib mengikuti protokol kesehatan pencegahan Corona saat dipulangkan. Pihak keluarga diminta memakluminya.

“Kepada keluarga, mohon pengertian dan bersabar,” jelas Sekretaris Komisi V DPR Aceh ini.

Iskandar mengaku terus berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri terkait kepulangan mereka. Pihak keluarga, sebutnya, juga kerap menanyakan keluarga mereka.

“Alhamdulillah, atas kemurahan hati Raja Thailand dan kerja keras KBRI Bangkok dan KJRI Songkla, mereka akan segera bertemu keluarga masing-masing,” ujar politikus Partai Aceh ini.

Dia menyebutkan para nelayan tersebut ditangkap dengan sangkaan pencurian ikan di perairan Thailand. Mereka ditangkap pada Januari dan Februari 2020 di perairan Andaman, Thailand. Enam ABK yang masih anak-anak telah dipulangkan ke Aceh beberapa waktu lalu.

Baca juga: Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Kurang Mampu di Aceh Dibagikan

“Ini adalah kabar baik bagi kita semua. Tentunya untuk keluarga para nelayan,” beber Iskandar.

Diinformasikan sebelumnya, Sebanyak 51 warga negara Indonesia yang merupakan nelayan asal Aceh, dibebaskan, usai mendapatkan amnesti dari Raja Thailand YM Rama X.

Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek, mengatakan amnesti ditetapkan melalui keputusan hakim pengadilan Phang Ngah pada 9 September 2020, sebagai ‘hadiah’ peringatan ulang tahun Raja Thailand, pada 28 Juli 2020.

“51 nelayan asal Aceh Timur yang dipenjara di Phang Ngah, Thailand, dibebaskan karena mendapat amnesti dari Raja Thailand,” kata Miftach sebagaimana dikutip dari medcom.id.

Miftach menjelaskan, untuk proses kepulangan, pihaknya belum mendapatkan waktu pasti. Namun, KBRI Indonesia akan mengupayakan seluruh nelayan tersebut menjadi peserta repatriasi.

“Tentunya dengan mengikuti protokol kesehatan dari Bangkok ke Jakarta dan untuk selanjutnya kembali ke Provinsi Aceh,” ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 57 nelayan Aceh ditangkap oleh militer Thailand pada awal Januari 2020 karena melanggar wilayah teritorial laut untuk mencuri ikan.

“Dari 57 nelayan Aceh yang ditangkap enam di antaranya telah dikembalikan ke Aceh karena mereka masih di bawah umur,” ungkap Miftach.

Hingga saat ini ada 54 nelayan Aceh yang masih berurusan dengan hukum dan ditahan di luar negeri. Di antaranya, 53 ditahan di otoritas negara India dan satu orang di Myanmar.